Solok Selatan, suaraadhiyaksa.com
Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Solok Selatan, Sumatera Barat, jadi korban vandalisme Senin malam (18/5/2026). Terlihat kaca jendela kantor pecah berserakan, kunci pintu dan sejumlah fasilitas seperti kursi plastik dirusak yang diduga dilakukan oleh sekelompok remaja. Insan jurnalis Sumatera Barat mengecam aksi brutal ini dan mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku dan mengusut dalang di balik kejadian tersebut.
Ketua Kepulauan Mentawai, Jhoni Mardieson menegaskan bahwa aksi perusakan ini merupakan tindakan kriminal dan harus diproses hukum. Sebab ia menduga ada aktor tersembunyi dibalik kejadian vandalisme ini.
"Polisi harus tegas, tangkap dan proses pelaku, vandalisme ini sudah menciderai harga diri dan kehormatan pers. Usut tuntas sampai dapat aktor di belakangnya," ucap Ketua PWI Kepulauan Mentawai yang akrab disapa Jeje.(18/5)
Jeje mengatakan, jika memang yang diduga pelaku merupakan sekelompok remaja yang sedang pesta narkoba seperti yang disampaikan dalam beberapa pemberitaan di media, Polisi harus bertindak cepat.
"Ungkap kebenarannya, apakah vandalisme ini merupakan upaya intimidasi atau membungkam insan jurnalis. Apalagi PWI ini organisasi wartawan, siapa lagi yang akan mempublikasikan suara rakyat," tutur Jeje geram.
"Kita berharap pihak kepolisian profesional dalam menangani kasus ini. Selesaikan kasus ini tanpa pertimbangan ini anak si A atau anak si B," ujar Jeje menegaskan.
Sementara itu Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon melalui pesan selular menyampaikan vandalisme ini sudah berulang kali.
"Izin bang, kejadian pertama 6 April 2026, hampir terbakar, karena kain gorden ditarik keluar dan dibakar," ungkap Hendrivon.(20/5)
Saat ini Polisi telah menerima laporan dari Ketua PWI Solok Selatan atas dugaan tindak pidana perusakan. Polisi langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi serta menyelidiki identitas pelaku. Dugaan kuat pelaku merupakan remaja pengguna narkoba.(Aulia)
2789 view
2751 view
2576 view
2415 view
2275 view
2127 view
1255 view
1075 view
1053 view
957 view