Payakumbuh, suaraadhiyaksa.com
Beredar informasi adanya dugaan penggunaan SPPD terselubung untuk kegiatan touring, termasuk dugaan penggunaan sopir dan kendaraan dinas, penggunaan fasilitas negara seperti BBM, kendaraan dinas, atau uang representasi dalam kegiatan touring tersebut.
Dugaan itu mencuat ke publik menyusul peristiwa kecelakaan touring yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Masyarakat kini menunggu lanjutan penanganan dari peristiwa tersebut, termasuk kejelasan soal status kehadiran para ASN yang terlibat.
Sebagai Sekda dan Ketua Tim Penilai Kinerja ASN, publik mempertanyakan apakah Sekda siap dievaluasi dan diberi sangsi disiplin oleh Wali Kota atas kejadian ini jika terbukti ada pelanggaran disiplin.
Sampai berita ini ditayangkan, Sekda Kota Payakumbuh masih belum merespon konfirmasi dari suaraadhyaksa.com
Publik masih menginginkan keterbukaan informasi sekaligus untuk menunjukkan secara transparan daftar hadir WFH hari Jumat, Surat Cuti, Surat Tugas dan SPPD.
Hal ini berkaitan dengan informasi awal dari pemberitaan di media Tribun Jambi yang menyebutkan adanya perjalanan dinas ke Jambi. Begitu juga dengan pernyataan berbeda yang disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh bahwasanya ASN yang terlibat touring semuanya sudah cuti resmi.
Perbedaan informasi tersebut membuat publik meminta agar Pemko Payakumbuh membuka secara transparan seluruh dokumen terkait, agar tidak muncul spekulasi liar dan agar dugaan penggunaan fasilitas negara dalam kegiatan touring dapat dibuktikan atau dibantah secara terbuka.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi Sekda Kota Payakumbuh, Dinas Kominfo, maupun pihak terkait lainnya.(Jhoni M)
1879 view
1612 view
1451 view
1264 view
1109 view
1071 view
969 view
916 view
800 view
799 view